Sang Pohon

Saya lagi baca-baca arsip masa lalu, berupa buku sketsa A5 saya yang jumlahnya lumayan banyak. Eh, tiba-tiba saya melihat secarik kertas buku tulis warna yang rupanya saya tulisi dengan pensil mekanik! Tulisan tersebut adalah cerita pendek yang kayaknya sih saya buat pas saya SMP akhir. Ceritanya agak unik, dan saya pun menemukan berbagai pemikiran yang sudah sangat basi…hahaha! Tapi, silakan dinikmati dan mohon komentarnya… 🙂

Gadis Tersandung

Sebulan sekali gadis itu tersandung. Entah apa yang membuatnya tersandung. Kadang hanya dua buah batu yang gingsul penutup tanah. Atau seonggok sampah. Sebutir batu tersesat. Atau kesalahan gerak kaki semata. Bulan Januari. Ia tersandung oleh karena lamunan. Ketika matanya tertuju pada sebuah toko musik yang berkusen indah. Tak sadarlah ia, bahwa kakinya terlintang oleh selembar […]

Angkutan Kota

Katarina Ningrum Langit telah menjadi gelap. Jalanan kian sepi. Aku duduk sendirian di dalam angkutan kota jurusan Gunung Batu. Sopir angkot yang menyetir pun tampaknya sudah nyaris tertidur. Lalu masuklah pula seorang wanita mengandung berdaster kuning menyala dan sepatu seadanya. Leherku lemas menahan rasa ingin terlelap yang menyerang. Mataku memandangi sepatu keds belelku dan sejurai […]

Mangkuk Keramik

Katarina Ningrum Wajah Nenek nampak sumringah. Tersenyum ia di hadapanku, dengan tangan memegang sebuah mangkuk keramik yang masih baru. Warnanya putih kecoklatan, dan bentuknya sempurna penuh kilauan. ”Lihat, Wi. Mangkuk baru Nenek. Tadi beli di toko keramik. Diskon sepuluh persen.” ”Oh,” tanggapku. ”Bagus, Nek.” Sekali lagi Nenek membelai permukaan mangkuk tersebut. Kentara sekali Nenekku sedang […]

Duniaku, Dia, dan Kami

Katarina Ningrum Seperti orang dungu kami berdiri salah tingkah di koridor SMA sumuk berbau apek tempat kami dipertemukan. Dia memandangiku. Aku menatapnya. Waktu berhenti sejenak. Semua gerakan tidak tampak lagi. Dia berusaha tersenyum , tapi bibirnya malah seperti kedutan. Aku jadi nahan tawa. Kalau ketawa lepas, takut dikira ngeledek. Aku tenggelam dalam kedalaman matanya yang […]

Kejutan Sabun

Katarina Ningrum Sabun-sabun mandi batangan lagi pada bersaing, tuh. Semuanya berlomba ngasih hadiah uang tunai di dalam produknya. Aku mikir sendiri. Ada nggak ya yang dapet duit dari situ? Kira-kira dipake buat apa ya kalau dapet uang? Saking seringnya ngekhayal tentang memperoleh uang tunai dalam sabun, saat aku mandi suatu pagi kulihat secercah kertas nongol […]

Berkah Bambu

Katarina Ningrum Sebetulnya sudah dari dulu aku mengenal Rama. Kenal doang, maksudnya. Sekedar tahu.  Dia jurusan IPA, sedangkan aku anak Bahasa.  Waktu masa orientasi siswa tahun lalu,  aku ingat namanya disebut-sebut lantaran di tiga hari terakhir ia mendadak terserang tifus. Tanpa diduga, suatu kali ia melihat aku sedang main suling bambu.  Tahu ’kan, alat musik […]

Dijadikan Inspirasi

Katarina Ningrum Kedai Nasi Putih sepi hari ini.  Lois nyaris ketiduran di balik konternya.  Belum lagi matahari di luar terik tak terkira, membuat mata siapapun ingin ditutup. Secara tak terduga, pintu kedai berayun pelan.  Deritnya mengejutkan Lois—yang sudah setengah mimpi—lalu memaksanya berdiri tegak untuk menyambut tamu ketiganya, ”Selamat datang!” Seorang pria tua mengangguk ragu-ragu pada […]