Gelombang Itu, Gelombang Gelora 18

Kalau biasanya orang merayakan April Mop sehingga mereka antusias menyambut bulan April, bagi anak-anak kelas dua belas di tahun dua ribu sepuluh, April ini seperti mencekam. Kenapa? Karena sejak pekan terakhir Maret, Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Ujian Praktek akan berderet-deret datang menyusup ke jadwal kehidupan. Di hari-hari terakhir menjelang UN, anak-anak yang ikut […]

Gelombang Itu, Gelombang Gelora 17

Langit menguning. Tandanya sudah agak sore tetapi belum sore-sore amat. Mereka sudah kembali ke stasiun awal. Rumah Prinka. Ketika tiba di depan pagar, Gading nyaris menerjang dengan sepedanya. “Eh! Kakak-Kakak! Bawa oleh-oleh, kan? Mari, silakan masuk,” sapanya tidak wajar. “Makasih, Gading,” Norman membalas kalem.   Padahal Prinka sudah pingin menjitak adiknya itu. “Oleh-olehnya, ini aja,” tangan […]

Gelombang Itu, Gelombang Gelora 16

Aroma ruangan ini sangat kuno. Tapi tak sejentik pun debu tampak mengganggu pemandangan. Warna-warna furnitur coklat gelap. Namun tidak membuat suasana suram. “Lain kali jangan hilang tanpa jejak gitu, dong! Bikin pusing satu stasiun. Ck, ck. Kamu harus sadar, pekerja di sini udah pada uzur. Rentan jantungan dan panik!” seorang wanita tengah baya mengomel dengan […]

Gelombang Itu, Gelombang Gelora 15

Trek, trek, trek. “Ada orang?” Gading merengut, bicara pada ayahnya. Mereka sedang membaca katalog distro tempat Ayah menitipkan produk sepatunya. Sontak keduanya menoleh ke arah luar tanpa menggerakkan kaki. “Temennya Bunda apa? Gawat. Bunda belum bangun,” gerutu Ayah. “Euleuh, gimana ya, Yah?” “Mending kamu intip dulu, gih. Siapa yang bertamu pagi-pagi gini!” Saat itu pukul […]

Gelombang Itu, Gelombang Gelora 14

Cikampek begitu gelap gulita. Norman pasrah mendapati hapenya kehabisan baterai, dan hanya berbekal minum serta dompet. Dia menuju Bogor dengan gelisah. Tepat jelang selesai siaran Halo-Halo Bandung barusan, ayahnya menelepon, mengatakan bahwa kakeknya pingsan mendadak, di rumah. Dia langsung datang ke pangkalan travel terdekat dan berangkat. Beberapa jam perjalanan sudah ditempuh dan dia membuka mata […]

Dari Kusen Jendela

Iya, bahkan saya tak tahu namanya. Tapi tiap melihat siluetnya bergerak di depan situ, saya malah membuang muka. Padahal mengamati dari sudut mata. Berpapasan, tersipu-sipu saja, bicara seadanya. Sekalipun bintang sudah menjatuhkan kejutannya dan menuliskan momen, saya salah tingkah sendiri. Jatuh hati itu sulit. Benar-benar sulit.

Gelombang Itu, Gelombang Gelora 13

Seperti remaja pada umumnya, Prinka memang doyan main hape. Tapi hari ini, dia benar-benar keranjingan pada benda itu. Matanya selalu fokus ke sana. Tidak tahan ditinggal bengong, Joan mengguncang-guncang pundak Prinka di hari yang terik. “Nyoy! Asyik amat sih! Pasti SMS-an sama Kak Norman, ya?” Prinka gelagapan. Pipinya langsung merah jambu. Untung rambutnya nggak ikutan […]

Dear Overthinker

Katarina Ningrum   Dear overthinker Why should you be so picky in life Why the world seems unfair to you Is it a reality? Or just how things work in your mind?   Dear overthinker What are you doing here anyway? With memories and scenes come along You better forgive instead of overanalyzing Is it […]

Kepada Ditya #2

Katarina Ningrum (kalau Anda belum pernah menyimak prolog kisah ini, silakan menuju kemari 🙂 ) Ditya, terlalu lama kau mendiamkanku. Bagai kaktus yang kebanyakan air, aku justru merana oleh ketenangan ini. Kalau mataku akhirnya tertuju ke arah lain, dan berhenti menggapaimu, memang kau akan baik-baik saja? Ditya, Ditya, kita pun bertemu atas nama kebetulan. Untuk […]