Kepada Ditya #2

Katarina Ningrum

(kalau Anda belum pernah menyimak prolog kisah ini, silakan menuju kemari 🙂 )

Ditya,

terlalu lama kau mendiamkanku.

Bagai kaktus yang kebanyakan air,

aku justru merana oleh ketenangan ini.

Kalau mataku akhirnya tertuju ke arah lain,

dan berhenti menggapaimu,

memang kau akan baik-baik saja?

Ditya, Ditya,

kita pun bertemu atas nama kebetulan.

Untuk semua kebingungan yang kau timbulkan,

kau menggantikannya dengan seulas senyum saja.

Dan aku diam seribu bahasa,

ingin kubalas lenyapmu kemarin,

walau sesungguhnya aku cuma ingin mendekapmu.

Aku hendak mengerti,

ketika aku membiarkanmu terbengong-bengong di tepi jalanan itu,

apa yang kau rasakan?

Ditya,

kemudian kau meninggalkan kendaraanmu,

dan kusimak kau berlari mengejar.

Mungkinkah, kau berniat mencapai hatiku sekali lagi?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s