Balada Kecil untuk Makhluk-Makhluk Tersayang

Lagi-lagi saya menemukan arsip lama, kali ini di dalam keping laser.  Nah, selamat menikmati dan menebak-nebak 2 puisi berkarakter anonim di bawah ini.  Jangan lupa sampaikan komentar Anda. 🙂

pohon

Tangis Para Pohon

KELUARGAKU

 Katarina Ningrum

Ke mana gerangan perginya anak-anakku?

Lenyapkah cucuku?

Kakak-kakakku habis dilindas mesin raksasa

Dan menantuku tak berdaya disiksa

Tangan kotor manusia membunuh kami

Mereka menghidupi kami

Dan kami menghidupi mereka lewat udara

Lalu apa balasannya?

Demi memenuhi nafsu akan kuasa

Keluargaku habis dibabat

Wahai, manusia!

Apakah gerangan kesalahan kami?

Kulit kami telah kau gunakan untuk kenyamanan

Batang anak cucuku kalian pakai

Kini, tanpa nyawa, mereka menjadi sandaran punggungmu

Tempat melepas lelah, meletakkan benda, serta menyimpan harta

Namun  kini apa balas budimu?

Kau gunduli rumah kami tanpa kenal kasih

Mungkin kami nampak tak bernyawa

Seandainya kami memang hanya pengganggu

Sudahi saja keberadaan semua keluargaku

Tapi kami hidup!

Akarku menguatkan tanah tempatmu menjejak

Dedaunanku akan menaungi kalian dari terik sang surya

Kami bangga bisa menjadi pelepas lelah kalian

Kami senang dapat digunakan

Tapi tolong jangan lenyapkan kumpulan kami

Wahai manusia, dengarkanlah ratapan kami

Setiap hari hidup dengan waspada

Jika sewaktu-waktu datang penebang liar

Tak bisa lari ataupun mengelak

Simaklah jeritan hati keluargaku

Kami tak ingin punah dari dunia ini

Akan selalu kami beri air

Dan udara untuk hidup

Karenanya, lindungilah keluargaku!

DARI KERABATMU TERCINTA, UNTUK SEMUANYA

Katarina Ningrum

 

Salam kenal,

Kami dari pelosok hutan kirim pesan

Untuk tidak menggunduli rumah kami

Dan menghimbau supaya saudara-saudara sejenis kami

Dilindungi dan disayangi

Kami telah mendengar kabar

Kalau keluarga kami terancam punah

Mungkin merupakan seleksi alam

Namun menyakitkan jika seandainya

Akhirnya semua kami lenyap

Kawan-kawan barangkali terpikir

Kami makhluk menggelikan

Rambut kami tebal, memenuhi badan

Dengan warna coklat kemerahan

Dan bibir yang teramat lucu

Gigi kami juga kuning, soalnya tidak tahu odol dan sikat

Hobi kami memanjat pohon

Memetik buah-buah segar sambil menebar biji

Agar hutan tumbuh semakin subur

Suatu hari datanglah segerombolan manusia

Membawa kapak dan mesin

Bunyi berisik memenuhi hutan, mengganggu kedamaian

Kami pun pergi mengungsi dengan terpaksa

Rumah kami tinggal setengah

Keluarga kami cuma tersisa sedikit

Banyak yang terbunuh atau dipelihara secara tak sah

Diculik tanpa alasan yang jelas

Diburu, didera rasa cemas setiap hari

Jika kawan tak tahu siapa kami

Tidak perlu malu untuk tahu

Sebab, kita bukanlah musuh ataupun lawan

Kita teman walaupun ada sedikit perbedaan

Terima kasih, hormat kami

                                                                Sang Kerabat                                                               

Iklan

2 thoughts on “Balada Kecil untuk Makhluk-Makhluk Tersayang

  1. puisi pertama pasti tentang rumah para kerabat kita. puisi kedua tentu saja tentang mereka yang sering bercengkerama di sela ranting-ranting pepohonan… *mana nih teh panas dan pisang gorengnya? hihihi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s